Jumat, 17 Mei 2013

Untukmu


Bundaku
Ku merindukan saatsaat yang lalu
Saatsaat yang indah dihariku
Namun kini semua telah berlalu

Disaat ku resah
Kau hadir disampingku
Dan disaat ku gelisah
Kau peluk erat tubuhku

Bunda, dimanakah dirimu?
Disini ananda merindukan dirimu
Hati ananda merana tanpamu
Merana akan tanpa kehadiranmu

Bunda, ingatkah dulu?
Dulu yang saling sapa menyapa selalu?
Namun kini semua telah berbeda
Berbeda dari sebelumsebelumnya

Bunda, disini ananda sendiri
Sendiri tanpa dirimu lagi
Bunda, cepatlah kembali
Dan jangan pergi lagi.

*entah dimana dirimu berada, hampa terasa hidupku tanpa dirimu Bunda. Apakah disana Bunda merindukan Ananda? Seperti Ananda yang selalu merindukan Bunda :'*

Hati Ini Berbicara


Aku tak tau
Dengan apapun aku bingung
Benar-benar ku tak tau
Kini pun aku masih merenung

Ingatkah engkau
Kenangan indah itu?
Mungkin hal biasa bagimu
Namun itulah hal yang berarti bagiku

Lagu
Dalam lagulah kenangan itu
Ku ingat selalu semua itu
Karena dalam lagulah kita bersama selalu

Setiap ku dengar lagu itu
Ku menangis selalu
Menangis tersedu-sedu
Karena teringat kenangan indah dulu

Tapi kini akankah?
Akankah kita bersama?
Bersama selalu melangkah
Langkah indahnya kita bersama

Di setiap malam
Ku ingin petik bintang
Bintang yang indah kelam
Dimana pintanya setiap harapan

Ku mohon kembali
Kembali bersamaku lagi

Kilauan Dalam Jiwa


Tuhan menciptakan manusia berserta pikirannya
Tidak ada yang mudah dalam menjalani kehidupan
Semuanya harus dipikirkan agar tidak salah dalam melangkah
Itulah kenapa kita diharuskan belajar dalam segala hal

Kesendirian dalam hidup membuat tatapan menjadi tak berwarna
Langkah kaki tak terarah, pandangan tertutup oleh kabut hitam yang sangat tebal
Seolah-olah sang langkah tak ingin berjalan
Beratnya kaki terbelenggu oleh pasung kepasrahan

Ketakutan itu tak bisa menghalangi do'aku kepada sang pencipta
Dalam keheningan ku lantunkan beribu permintaan
Tuhan mendengar seruanku, Tuhan memberikan kilauan, kilauan permata surga-Nya
Kilauan yang menjadi penuntun hati serta raga dalam menembus awan yang menutupi sang jiwa

Mangajarkan aku dalam menjalani kehidupan
Mengajarkan aku dalam menggapai segala impian
Mengajarkan aku bagaimana mencintai kehidupan beserta ciptaaa-Nya
Menjadikan aku manusia yang mempunyai senyum dalam kalut

Kilauan itu seperti pasir dalam genggaman, semakin erat semakin pasir itu terlepas
Itulah cara Tuhan menjadikan manusia sebagai makhluk yang harus bisa berubah
Semakin lama semakin pasir itu terhempas dan terbawa angin entah kemana
Dan itulah cara Tuhanku

Namun ku tau sesuatu yang terlepas bukan berarti akan hilang selamanya
Matahari menghilang diwaktu malam, bulan tak selamanya memancarkan cahaya
Begitu juga dengan kilauan permata surga ku yang akan muncul kembali di sang jiwa
Menuntun sang langkah menembus batas kegelapan.

Ketidakpekaan

Malam ini dengan kesendirianku aku termenung
Termenung mengingat kenangan indah itu
Kenangan yang selalu kau lukiskan dihatiku
Hingga aku merasa rindu 
Sayangnya
Sering kali kau abaikan rindu itu
Entah apa yang harus aku lakukan!
Entah dengan apa agar kau merasa akan hal itu
Entahlah! Aku pun tak tahu
Tapi, apa kau pernah tahu? Betapa perihnya hati ini ketika kau abaikanku
Apa kau pernah merasa perihnya hati ini akan hal itu?!
Dan kurasa tidak!
Aku hanya ingin kau tahu
Aku hanya ingin kau merasa
Bahwa kebahagiaanku hanya bersamamu
Bukan dengan yang lain
Ku mohon ketahuilah!
Ku mohon merasalah akan hal itu
Dan ku mohon kembali kepadaku seperti waktu itu.